Shopping cart

co branding untuk bisnis

Perluas Target Konsumen Dengan Co-Marketing dan Co-Branding

Ada berbagai cara dan strategi marketing. Salah satu strategi marketing yang saat ini sedang banyak dilirik perusahaan dan brand adalah co-marketing dan co-branding. Terutama untuk meningkatkan target konsumen.

Co-marketing sendiri bukanlah satu strategi yang benar-benar baru di dunia marketing. Begitu juga dengan co-branding. Hanya saja selama beberapa tahun terakhir, kedua strategi marketing ini semakin banyak dilirik dan digunakan oleh perusahaan.

Strategi marketing ini memiliki beberapa tujuan dan keuntungan. Salah satunya merupakan untuk meningkatkan serta memperluas target konsumen pada kedua brand.

Untuk lebih memahami mengenai co-branding dan co-marketing, berikut ini merupakan penjelasan mendalam mengenai kedua strategi marketing ini.co-marketing dan co-branding

picture by: freepik

Pengertian Co-Marketing

Untuk menikmati mie instan memang akan lebih sempurna dengan telur. Terutama bila ditambah dengan kornet dan juga sawi sebagai pelengkap. Hidangan yang sudah pasti tidak asing lagi di Indonesia.

Perpaduan antara mie instan dengan telur, bahkan dengan kornet ini lah yang disebut dengan co-marketing. Menikmati mie instan saja tentu sudah sangat lezat. Namun ketika ditambah telur dan kornet sudah pasti akan semakin mantap.

Memadukan antara mie instan dengan telur dan kornet bukan hanya akan meningkatkan penjualan untuk brand mie tersebut saja. Melainkan juga penjualan untuk telur serta kornet. Sehingga pada akhirnya, ketiga perusahaan dari brand tersebut akan mendapatkan keuntungan dari marketing ini.

Analogi di atas merupakan pengertian paling mudah dari co-marketing. Sedangkan pengertian lain disadur dari BigCommerce, co-marketing merupakan strategi pemasaran antara dua atau lebih perusahaan untuk promosi kedua bisnis tersebut pada saat yang sama.

Dua atau lebih perusahaan tersebut akan bekerja sama dalam melakukan sebuah strategi marketing, dalam jangka waktu tertentu, untuk mempromosikan dan memasarkan produk mereka masing-masing.

Seperti juga analogi di atas, perusahaan ini bisa saja melakukan marketing secara sendiri-sendiri. Hanya saja dengan bekerja sama dalam strategi pemasaran, hasil yang didapat akan semakin memuaskan. Salah satunya target konsumen yang meluas.

Di analogi di atas, target konsumen kornet bukan hanya untuk ibu rumah tangga saja. Melainkan juga para anak kos atau mahasiswa yang biasa menikmati hidangan mie dan telur. Begitu juga dengan mie dan telur, yang akan memasuki target pasar baru karena tambahan kornet akan menjadikan hidangan ini lebih sehat dan bergizi.

 

Bentuk Strategi Co-Marketing

Strategi yang digunakan dalam co-marketing bisa beraneka ragam. Mulai dari kampanye atau campaign iklan secara bersama-sama, memasukan kedua logo perusahaan, sampai juga kemasan produk.

Salah satu contoh lain dari bentuk strategi co-marketing ini seperti kerja sama sebuah aplikasi uang elektronik dengan penyedia tiket online. Strategi co-marketing mereka akan memberikan kemudahan pembayaran. Selain melalui debit bank, juga bisa menggunakan aplikasi uang elektronik tersebut. Ini merupakan salah satu contoh dari melakukan co-marketing.

Agar lebih jelas, berikut ini merupakan beberapa bentuk strategi co-marketing yang bisa digunakan untuk memperluas target konsumen.

1. Bundling

Bundling menjadi salah satu bentuk strategi co-marketing yang menarik. Terutama bila memasarkan dua produk dari target pasar yang sangat berbeda. Maka bundling bisa menjadi pilihan tepat untuk co-marketing.

Co-marketing dengan bundling juga sudah bukan hal baru. Sederet brand dari perusahaan ternama sering sekali menggandeng merek lain untuk melakukan bundling.

Strategi co-marketing dengan bundling akan efisien untuk brand dengan pasar yang sama atau mirip. Seperti misalnya brand permen coklat memberikan bundling untuk pembelian popcorn. Selain itu bundling juga akan pas diterapkan pada brand dengan pasar berbeda namun saling melengkapi. Contohnya aplikasi untuk mendengarkan musik yang bundling dengan voucher untuk transportasi online.

2. Konten Media Sosial

Media sosial merupakan sarana pemasaran yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Co-marketing juga pastinya tidak terlepas dari pemasaran digital melalui media sosial.

Sebagai bentuk strategi marketing, konten media sosial bisa beraneka ragam. Membuat konten viral untuk dua merek sekaligus sepertinya bukan hal yang tidak mungkin. Sekaligus juga pastinya efektif.

3. Webinar

Di era serba digital seperti saat ini, webinar merupakan tren baru. Strategi co-marketing dengan webinar juga terbilang mudah. Serta pastinya efektif.

Bentuk strategi co-marketing dengan webinar memang idealnya untuk brand atau perusahaan dengan target pasar di irisan yang sama. Meski sama sekali mungkin untuk membuat webinar dengan menggabungkan dua brand atau perusahaan bertarget market berbeda. Tinggal disesuaikan saja topik bahasan yang akan diangkat nantinya.

4. Video

Satu lagi strategi co-marketing yang cukup mudah dijalankan. Video sebagai konten marketing sudah sangat familiar. Untuk co-marketing pun, membuat konten video pemasaran bagi kedua brand nyaris tidak memiliki batasan.

Untuk mencapai target pasar yang lebih luas, video co-marketing seharusnya menggapai pangsa konsumen dari kedua brand. Ini yang akan menjadi tantangan tersendiri mulai dari memilih tema sampai penyampaian yang akan mampu memperluas target konsumen nantinya.

Video yang dibuat untuk co-marketing juga tidak hanya sekedar video pendek untuk iklan. Beberapa brand ternama seperti gula dan juga merek mobil bahkan membuat video dengan konsep web series. Tentunya demi mencapai target konsumen yang dituju pada strategi co-marketing ini.

5. Blog Post

Upaya lain dari strategi co-marketing merupakan dengan blog post. Sama seperti konten media sosial, blog post juga terbilang tidak terlalu sulit untuk dibuat. Serta bisa diaplikasikan baik itu pada brand dengan pasar yang sama maupun berkebalikan.

Blog post ini nantinya bisa diunggah di website salah satu brand saja. Tentu akan lebih baik bila diunggah pada website kedua brand, serta bila mungkin di beberapa situs lain.

 

Trik dan Cara Melakukan Co-Marketing

Ada beberapa trik dan juga cara terbaik, paling tepat untuk melakukan co-marketing. Di bawah ini merupakan beberapa pilihan cara serta trik yang bisa dilakukan untuk menjalankan strategi co-marketing ini.

1. Tentukan Brand atau Perusahaan Untuk Bekerja Sama

Cara pertama tentu saja mencari brand atau perusahaan untuk bekerja sama dalam co-marketing. Mencari perusahaan dan brand ini tidak bisa sembarangan. Pastikan brand atau perusahaan ini akan memiliki tujuan, nilai, dan juga target konsumen yang tepat.

2. Tentukan Tujuan Bersama

Co-marketing seharusnya memberikan keuntungan yang seimbang untuk kedua brand. Bila salah satu brand atau perusahaan lebih diuntungkan tentu saja ini berarti co-marketing tidak dijalankan dengan baik.

Agar kedua brand mendapatkan keuntungan yang sama, pastikan sudah sama-sama menentukan tujuan sejak awal. Misalnya saja kedua perusahaan bertujuan untuk meningkatkan awareness pada target konsumen akan brand tersebut, memperkenalkan pada pasar yang sepenuhnya baru; sampai memperluas target pasar dan konsumen.

Tujuan ini penting sekali untuk ditentukan bersama-sama sejak awal. Sebelum co-marketing dijalankan.

3. Produksi Konten

Setelah memiliki tujuan yang sama, produksi konten bisa dimulai.

Produksi konten idealnya dimulai dari menentukan bentuk strategi co-marketing yang ingin dijalankan. Serta bentuk kerja sama ini sendiri. Setelah itu baru konten bisa diproduksi.

4. Promosi Konten

Mempromosikan konten tentu saja akan sangat penting. Setelah proses pembuatan konten selesai, mulai sebarkan di kanal-kanal yang tepat. Pastikan kanal yang digunakan juga sesuai target pasar.

Misalnya saja target pasar untuk co-marketing untuk orang tua berusia akhir 30-an tahun sampai 40-an tahun. Kanal yang tepat untuk mempromosikan konten co-marketing ini seperti Facebook, sampai grup Whatsapp.

Sedangkan bila target konsumen merupakan anak muda, maka kanal yang tepat seperti TikTok, YouTube, Instagram, dan lain-lain.

5. Analisa dan Evaluasi

Setelah proses konten selesai, berikutnya lakukan evaluasi pada hasil yang didapat. Analisa pula berdasarkan statik dan angka apakah hasil yang didapat sudah benar-benar sesuai dengan tujuan awal.

Berdasarkan dari trik dan cara menjalankan co-marketing di atas, sepertinya sama saja dengan strategi pemasaran lain. Memang benar. Perbedaan besar antara co-marketing dan strategi marketing lain pada berapa banyak perusahaan dan brand yang terlibat.

co branding untuk bisnis

picture by:freepik

Bagaimana dengan co-branding?

Berbicara mengenai co-marketing dan co-branding, masih banyak yang salah mengira kedua strategi marketing ini sama. Padahal keduanya berbeda. Bila co-marketing tidak jauh berbeda dengan strategi marketing lain, hanya saja melibatkan dua atau lebih perusahaan dan brand dengan tujuan yang sama. Lalu apa itu co-branding?

 

Pengertian Co-Branding

Pernah tahu apa mie instan varian baru dengan rasa dari keripik ternama? Kemudian brand makanan ringan papan atas yang meluncurkan produk baru dengan rasa dari sebuah cokelat papan atas?

Contoh di atas merupakan bentuk dari co-branding.

Co-branding bukan sekedar kerja sama dari dua brand atau perusahaan untuk strategi marketing. Melainkan kolaborasi untuk menciptakan varian atau produk yang sepenuhnya baru. Hingga memiliki sebuah ciri brand tersendiri.

Seperti juga co-marketing, co-branding memiliki tujuan untuk memperluas target konsumen dan pasar.

Pengertian dari co-branding sendiri merupakan kolaborasi dua brand atau lebih untuk membuat produk atau layanan baru, dengan tetap memperlihatkan ciri dari brand masing-masing. Misalnya saja co-branding mie instan dengan rasa keripik ternama tadi. Produk dari hasil co-branding ini tetap memiliki ciri khas dari brand mie instan (mie) serta keripik ternama (rasa).

Selain itu, co-branding juga nyaris selalu harus menyertakan nama kedua brand di produk atau layanan baru tersebut. Sehingga konsumen yang awalnya hanya mengetahui satu brand saja, juga mengenal brand lain yang ikut bergabung dalam co-branding. Tujuan co-branding untuk memperluas target konsumen pun tercapai.

 

Tipe Strategi Co-Branding

Berdasarkan dari para ahli marketing, strategi co-branding dibedakan menjadi empat tipe berbeda. Di bawah ini merupakan diantaranya.

1. Memasuki Pasar Baru

Memasuki pasar baru tidak jauh berbeda dengan memperluas target konsumen. Ini merupakan salah satu tipe strategi co-branding yang banyak dilakukan perusahaan. Diantara tipe lain, penetrasi pasar bahkan dikatakan sebagai strategi konservatif untuk co-branding.

Contohnya seperti co-branding antara brand makanan penutup dengan cokelat ternama. Tujuannya untuk memasuki pasar yang dimiliki oleh brand cokelat ternama tersebut. Sehingga brand makanan penutup akan memiliki target konsumen baru: mereka yang awalnya hanya senang makan permen cokelat, misalnya.

Sedangkan brand cokelat juga akan masuk ke pasar makanan penutup. Bukan lagi hanya di pasar makanan ringan saja.

2. Memperluas Lingkup Konsumen

Tipe strategi co-branding ini banyak dilakukan untuk brand-brand besar. Mereka akan berusaha untuk membuat layanan atau produk yang bisa diterima dengan pasar lebih luas. Salah satu caranya dengan melakukan co-branding dengan perusahaan lain.

3. Memperkuat Pasar

Sudah bukan rahasia beberapa brand melakukan co-branding untuk memperkuat merek mereka. Seperti co-branding antara brand ice cream ternama dengan biskuit coklat.

Produk baru ini pastinya akan memperkuat pasar dari kedua brand. Menjadikan konsumen mereka juga tidak bosan dengan pilihan atau varian yang sama terus menerus.

4. Menjadi Global

Salah satu tujuan terbesar dari nyaris semua brand dan perusahaan tentu dikenal secara global. Tipe co-branding ini juga bukan tidak mungkin. Tentunya bisa dengan melakukan strategi co-branding dengan brand lain yang sebelumnya sudah dikenal secara global pula.

Misalnya saja kerja sama antara brand kosmetik dengan selebritis ternama dunia untuk membuat produk baru. Co-branding ini bukan hanya membuka target konsumen baru. Melainkan juga menjadikan brand kosmetik tersebut dikenal secara global pula.

 

Cara Memperluas Target Konsumen Dengan Co-Marketing dan Co-Branding

Setelah penjelasan di atas mengenai co-marketing dan co-branding, bagaimana cara menggunakan kedua strategi ini untuk memperluas target konsumen? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Pilih Strategi Marketing yang Tepat

Co-branding dan co-marketing memang bisa berjalan secara bersama-sama. Meski mungkin tidak untuk brand yang sama. Untuk itu pilih strategi marketing mana yang kiranya akan cocok untuk perusahaan dan brand.

Beberapa brand mungkin akan lebih tepat menggunakan strategi co-branding dari pada co-marketing untuk memperluas target pasar. Begitu juga sebaliknya. Lakukan analisa mendalam untuk memilih mana strategi yang tepat digunakan.

2. Konten Sesuai Target Pasar

Baik itu co-branding maupuan co-marketing akan membutuhkan konten promosi. Konten promosi ini harus tepat sesuai dengan target pasar. Kesalahan menentukan konten yang pas untuk target pasar bisa dikatakan sebagai kegagalan untuk strategi ini.

Konten yang tepat bukan hanya sekedar materi konten tersebut sendiri. Melainkan juga proses promosi, sampai kanal yang digunakan. Hal-hal ini haruslah tepat dengan target konsumen.

3. Strategi Marketing Menguntungkan Kedua Brand

Ditegaskan di atas, baik itu co-marketing atau co-branding haruslah menguntungkan kedua brand. Bila menjalankan co-branding, produk dan layanan bukan hanya harus memberikan ciri khas dari kedua brand tersebut saja. Melainkan juga memberikan keuntungan.

Co-marketing juga tidak jauh berbeda. Keuntungan untuk kedua brand dan perusahaan harus menjadi fokus saat menjalankan strategi ini.

4. Tonjolkan Kelebihan Masing-masing Brand

Co-marketing dan co-branding harus menonjolkan kelebihan masing-masing brand. Sehingga konsumen yang menjadi target juga akan merasa tertarik. Kelebihan ini bisa dalam bentuk kemudahan yang ditawarkan oleh brand tersebut, sampai ciri khas rasa atau lainnya.

Kelebihan yang ditonjolkan ini akan menarik konsumen bahkan ketika kedua brand sudah tidak bekerja sama dalam co-branding dan co-marketing.

5. Jangan Ragu Bereksperimen

Jangan ragu untuk bereksperimen atau bekerja sama dengan brand dar target konsumen berbeda. Variasi baru, cara marketing nyeleneh, konten yang unik dari strategi co-marketing serta co-branding ini yang nantinya akan menarik perhatian konsumen.

Sampai akhirnya mereka merasa tertarik dan tujuan memperluas target konsumen pun tercapai.

Nah setelah penjelasan di atas, sudah yakin akan melakukan strategi co-branding dan co-marketing untuk brand atau produk yang dimiliki? Jangan ragu mencoba dan salam sukses!

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *